Minggu, 08 Mei 2016



Sejarah

Menurut sejarah Kerak Telor sudah ada pada zaman Belanda menjajah Indonesia pada waktu dulu.  Dimana semua berawal dari coba-coba pada puluhan tahun silam, ketika Batavia atau Jakarta masih dipenuhi oleh pohon kelapa. Sekawanan Betawi Menteng iseng mencampurkan antara ketan, kelapa parut dan bumbu dapur lainnya. Iseng-iseng banyak tetangga yang suka. Pada 1970-an mereka pun mulai mencoba peruntungan dengan berjualan resep uniknya tersebut di daerah Monas. Ternyata laku keras bahkan seolah sampai menjadi ciri khas Betawi. Kerak telor sempat menjadi makanan elit khas Betawi yang terkenal kelezatan rasanya.
Kerak telor merupakan warisan masa lalu dimana saat itu kota yang bernama Jakarta masih banyak ditumbuhi pohon kelapa. Karena dahulu hasil kelapa sangat melimpah yang membuat Jakarta masa lalu bernama sunda kelapa. Buah kelapa yang pada saat itu sangat berlimpah sangat dimanfaatkan oleh penduduk Jakarta untuk membuat aneka masakan seperti Nasi Uduk, Soto Betawi, Kerak Telor dan makanan khas Jakarta lainnya. Tidak heran jika kuliner khas Jakarta begitu banyak mengandung santan.

Resep pembuatan kerak telor

Bahan Resep Kerak Telor
  1. 1 gelas beras ketan putih, cuci bersih dan rendam dalam air selama minimal 3 jam. Lebih bagus direndam semalaman.
  2. 4 btr telur itik
  3. 1/2 btir kelapa, parut
  4. 1 bks bawang goreng kering siap pakai
  5. 6 sdm ebi, sangrai dan haluskan (diblender)
  6. 1 sdt garam
  7. 2 sdt gula pasir
  8. minyak untuk menumis
Bumbu Halus
  1. 5 bh cabe merah keriting
  2. 3 siung bawang merah
  3. 1 siung bawang putih
  4. 1/2 sdt lada
  5. 2 btr kencur
  6. 2 cm jahe
Cara Membuat Kerak Telor Sederhana Khas Betawi
  1. Sebagai langkah pertama, kita akan membuat serundeng sebagai bahan campuran dan bahan taburan kerak telor dengan cara disangrai. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan kelapa parut, garam, gula pasir dan 2 sendok makan ebi halus. Masak dengan api sedang sambil terus diaduk hingga kelapa kering dan berwarna kuning kecoklatan serta megeluarkan aroma harum khas serundeng. Angkat dan sisihkan.
  2. Panaskan wajan, sebaiknya menggunakan wajan kecil yang memiliki bentuk cekung.
  3. Tuangkan kedalam wajan, satu sendok sayur beras ketan yang telah direndam beserta satu sendok sayur air rendamannya. Tutup wajan dan masak beberapa saat hingga air menyusut dan agak mengering.
  4. Masukkan dua sendok makan serundeng, 1 sendok makan ebi halus, 1 sendok makan bawang goreng dan 1 butir telur itik. Aduk rata dan lebarkan hingga ke pinggir penggorengan serta membentuk dadar tipis.
  5. Masak hingga mengering dan mengeluarkan aroma harum khas telur dadar.
  6. Balikkan wajan sehingga posisinya tertelungkup dan api membakar permukaan kerak telor. Biarkan beberapa saat hingga kerak telor berubah warna menjadi kecoklatan namun hati-hati jangan sampai gosong.
  7. Untuk mengangkatnya, gunakan kape/kapi atau spatula tipis sehingga kerak telor dapat terlepas dari wajan.
  8. Beri taburan serundeng dan bawang goreng. Sajikan selagi hangat.

 Kesimpulan
Setelah membuat artikel ini, kami mendapat banyak sekali pengetahuan tentang budaya betawi lewat makanan kerak telor. Kerak telor merupakan makanan khas betawi yang mungkin sudah jarang saat ini. Mengapa demikian? Mungkin karena masyarakat betawi yang dulu tinggal di Jakarta sudah berpindah tempat ke daerah lain dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Walaupun demikian kerak masih dapat di jumpai di kawasan Jakarta seperti Monas,Setu Babakan, Pekan Raya Jakarta dan event-event lainnya. Kami sebagai penerus tidak akan mau bila makanan kerak telor itu punah atau pun asing dibilangan Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar